KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Kampus Baruga, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tiga mahasiswa dari institusi pendidikan ini berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Berkelanjutan (KITB) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Senin (14/4/2026) lalu di Jakarta. Pencapaian ini menandai komitmen nyata Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan ekosistem akademik yang mendorong inovasi dan kreativitas mahasiswa.
Tim pemenang tersebut terdiri dari tiga mahasiswa yang berasal dari program studi yang berbeda, yakni Muhammad Rizki Pratama dari Jurusan Teknik Elektro, Siti Nurhaliza dari Jurusan Teknik Industri, dan Dian Prastyo dari Jurusan Teknik Informatika. Mereka memenangkan kompetisi dengan proyek inovatif bertajuk “Smart Water Management System for Sustainable Agriculture” yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam sistem pertanian di daerah tropis seperti Sulawesi Tenggara.
Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan proses riset mendalam yang dilakukan oleh ketiga mahasiswa selama lebih dari delapan bulan. Mereka didampingi oleh dua pembimbing akademik dari Universitas Muhammadiyah Kendari, yakni Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.T., dan Ir. Soekarno Dewi, M.Eng., yang memberikan arahan strategis dan dukungan ilmiah sepanjang perjalanan pengembangan proyek.
Latar Belakang Pencapaian
Pencapaian tersebut tidak datang begitu saja. Selama fase persiapan, tim mahasiswa melakukan riset mendalam terhadap permasalahan pertanian lokal di Sulawesi Tenggara. Muhammad Rizki Pratama menjelaskan bahwa ide proyek ini lahir dari pengamatan langsung mereka terhadap petani lokal yang menghadapi kesulitan dalam manajemen air irigasi.
“Kami melihat bahwa petani di wilayah Kendari dan sekitarnya sering mengalami kekurangan air di musim kemarau atau sebaliknya, kelebihan air di musim penghujan. Kondisi ini mengakibatkan penurunan produktivitas pertanian. Dari sanalah kami berpikir untuk menciptakan solusi teknologi yang dapat membantu mengoptimalkan penggunaan air,” ujar Rizki, yang merupakan mahasiswa semester tujuh saat kompetisi berlangsung.
Siti Nurhaliza, bagian dari tim yang bertanggung jawab pada aspek proses dan efisiensi sistem, menambahkan bahwa tim mereka tidak hanya fokus pada aspek teknologi semata. Aspek keberlanjutan lingkungan dan kelayakan ekonomi juga menjadi pertimbangan utama.
“Kami merancang sistem ini agar dapat diakses oleh petani kecil dan menengah, bukan hanya agribisnis besar. Harga produksi kami tekan serendah mungkin tanpa mengorbankan kualitas dan fungsionalitas. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan dampak sosial nyata,” kata Nurhaliza dengan antusias.
Dian Prastyo, yang menangani aspek pemrograman dan integrasi sistem, menerangkan bahwa teknologi yang mereka kembangkan menggunakan sensor IoT (Internet of Things) yang canggih, aplikasi mobile berbasis Android, dan algoritma machine learning untuk prediksi kebutuhan air.
“Sistem kami bisa memberikan rekomendasi real-time kepada petani mengenai kapan waktu terbaik untuk irigasi, berapa volume air yang diperlukan, dan bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan air berdasarkan data cuaca, kelembaban tanah, dan jenis tanaman. Semua ini terintegrasi dalam aplikasi yang user-friendly,” jelas Dian.
Dukungan Kampus dan Fasilitas Riset
Kesuksesan tim mahasiswa ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari Universitas Muhammadiyah Kendari. Kampus Baruga menyediakan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari laboratorium teknik, pusat inovasi, hingga hibah dana penelitian mahasiswa untuk mendukung proyek-proyek inovatif seperti ini.
Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.T., pembimbing akademik dari Jurusan Teknik Elektro, menceritakan bagaimana proses bimbingan yang intensif dilakukan sepanjang perjalanan proyek.
“Saya dan Ibu Soekarno Dewi membantu tim ini tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam hal metodologi riset, presentasi ilmiah, dan bagaimana mengkomunikasikan karya mereka kepada publik yang lebih luas. Kami juga memberikan masukan kritis di setiap tahap pengembangan untuk memastikan proyek tetap berada pada jalur yang tepat,” ujar Dr. Bambang.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga memberikan bantuan pendanaan sebesar 15 juta rupiah untuk pengembangan prototipe pertama proyek ini, yang kemudian diikuti dengan dukungan tambahan dari program akselerator startup kampus.
Respons Pimpinan Kampus
Pencapaian gemilang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini mendapat sambutan luar biasa dari pimpinan kampus. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Basri, M.M., menyampaikan kebanggaannya atas prestasi tersebut dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kampus Baruga pada Selasa (15/4/2026).
“Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki mahasiswa-mahasiswa berbakat dan berdedikasi tinggi. Mereka telah membuktikan bahwa mahasiswa dari universitas daerah tidak kalah bersaing dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar di pulau Jawa. Ini adalah kebanggaan bagi kami semua,” ujar Prof. Basri dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Prof. Basri menekankan bahwa kampus akan terus mendukung mahasiswa untuk berinovasi dan mengembangkan karya-karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Visi Universitas Muhammadiyah Kendari adalah menjadi universitas terdepan dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Inovasi yang dilakukan oleh tim ini telah menunjukkan bahwa kami berada di jalur yang tepat,” tambahnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, Dr. Ir. Siti Halimah, M.Eng., juga memberikan apresiasi khusus kepada pembimbing akademik dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung proyek ini.
“Kesuksesan ini adalah hasil kolaborasi yang solid antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan institusi. Kami akan memastikan bahwa momentum ini terus dijaga dengan memberikan lebih banyak kesempatan dan dukungan kepada mahasiswa lain untuk melakukan inovasi serupa,” katanya.
Dampak dan Rencana Ke Depan
Tim pemenang merencanakan untuk mengembangkan proyek mereka lebih lanjut dengan melakukan uji coba lapangan yang lebih luas. Mereka akan bermitra dengan kelompok petani lokal di Sulawesi Tenggara untuk menguji coba sistem ini dalam kondisi nyata.
“Medali emas yang kami raih bukan akhir dari perjalanan kami, melainkan awal dari sesuatu yang lebih besar. Kami ingin memastikan bahwa teknologi ini benar-benar dapat memberikan manfaat praktis bagi petani,” ungkap Rizki dengan penuh optimisme.
Rencana jangka panjang tim ini mencakup pengajuan paten untuk sistem yang mereka kembangkan, serta mempertimbangkan untuk menjalankan startup rintisan (startup) berbasis teknologi ini. Dukungan dari Universitas Muhammadiyah Kendari melalui program inkubasi bisnis akan membantu mewujudkan rencana tersebut.
Ketua Program Studi Teknik Informatika, Dr. Hendra Wijaya, M.Sc., mengungkapkan bahwa pencapaian ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi.
“Kami sudah memulai diskusi untuk mengintegrasikan pembelajaran tentang inovasi dan entrepreneurship lebih dalam ke dalam kurikulum kami. Kisah sukses tim ini akan menjadi studi kasus yang sangat berharga dalam kelas-kelas kami,” jelas Dr. Hendra.
Penutup
Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meraih medali emas di Kompetisi Inovasi Teknologi Berkelanjutan 2026 adalah testimoni nyata dari komitmen institusi dalam mengembangkan talenta muda. Kampus Baruga, dengan fasilitas dan dukungan yang diberikan, telah terbukti mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga memberikan solusi konkret untuk permasalahan sosial dan lingkungan.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini akan menginspirasi mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional. Ekosistem akademik yang kondusif, didukung oleh dosen-dosen berpengalaman dan fasilitas modern, adalah fondasi yang kuat untuk menghasilkan lebih banyak inovasi dan prestasi di masa yang akan datang.
Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa eksistensi universitas daerah sangat penting dalam konteks pengembangan sumber daya manusia berkualitas di Indonesia. Dengan terus mendorong budaya inovasi dan memberikan dukungan yang memadai, kampus ini siap menjadi pusat pengembangan talenta dan inovasi di Sulawesi Tenggara.
—
Redaksi: Artikel ini ditulis berdasarkan konferensi pers yang diselenggarakan pada Selasa, 15 April 2026, di Kampus Baruga Universitas Muhammadiyah Kendari.