Kendari — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari Kampus Baruga resmi meluncurkan Program Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa (PPKM) 2026 pada Jumat, 19 April 2026. Program ini dirancang sebagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, keterampilan organisasi, dan komitmen sosial mahasiswa di lingkungan kampus.
Peluncuran program ini dilaksanakan dalam acara yang meriah di Aula Serba Guna Kampus Baruga dengan menghadirkan berbagai stakeholder kampus, termasuk pimpinan universitas, dewan pimpinan organisasi mahasiswa, dan perwakilan dari berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM). Antusiasme peserta dan dukungan institusional menjadi bukti nyata bahwa program ini dinanti-nantikan oleh seluruh lapisan mahasiswa.
Latar Belakang dan Visi Program
Menurut sejarah penyelenggaraan, Program Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa merupakan inisiatif tahunan yang telah dijalankan BEM sejak 2023. Namun, tahun ini menandai momentum penting dengan perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas konten pembelajaran. BEM Universitas Muhammadiyah Kendari menargetkan partisipasi hingga 500 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan, termasuk BEM sendiri, lembaga pers mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa, dan himpunan mahasiswa jurusan.
Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, Akbar Rivaldi Rahman, menjelaskan visi dibalik peluncuran program ini. “Kami percaya bahwa mahasiswa adalah agen perubahan dalam masyarakat. Oleh karena itu, melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa yang terlibat dalam organisasi kampus memiliki fondasi kepemimpinan yang kuat, integritas yang tinggi, dan visi yang jelas untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Akbar dalam sambutannya pada acara peluncuran.
Program yang berlangsung selama enam bulan ini akan mencakup berbagai rangkaian kegiatan mulai dari workshop, seminar, mentoring, hingga proyek sosial nyata yang melibatkan seluruh peserta. Kurikulum dirancang secara komprehensif dengan melibatkan praktisi, akademisi, dan para pemimpin organisasi sosial kemasyarakatan.
Struktur dan Konten Program
Program Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa 2026 dibagi menjadi empat fase utama yang akan dilaksanakan secara bertahap. Fase pertama, yaitu Foundation Building, akan membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kepemimpinan, etika organisasi, dan teori-teori manajemen modern.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Muh. Irfan, S.E., M.M., menyampaikan dukungan penuh institusi terhadap program ini. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif BEM dalam mengembangkan program yang komprehensif dan sistematis. Universitas berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, baik dalam hal fasilitas, pendanaan, maupun pembimbingan dari para akademisi dan profesional. Kami yakin program ini akan menghasilkan para pemimpin masa depan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan integritas moral yang tinggi,” kata Dr. Muh. Irfan dalam kesempatan tersebut.
Fase kedua, yakni Skill Enhancement, akan fokus pada pengembangan hard skills dan soft skills. Peserta akan mengikuti workshop tentang public speaking, financial management, project planning, conflict resolution, dan digital leadership. Fase ketiga, Practical Application, akan melibatkan peserta dalam mengidentifikasi dan menjalankan proyek-proyek nyata yang memberikan dampak positif bagi komunitas kampus dan masyarakat sekitar.
Fase terakhir, Evaluation and Mentoring, dirancang untuk memberikan refleksi mendalam dan bimbingan berkelanjutan kepada setiap peserta. Dalam fase ini, setiap peserta akan ditugaskan kepada mentor yang merupakan praktisi atau akademisi berpengalaman untuk memberikan guidance personal dalam perjalanan pengembangan kepemimpinan mereka.
Peserta dan Keterlibatan Organisasi
Dari pantauan lapangan, respons dari berbagai organisasi mahasiswa di Kampus Baruga sangat positif. Ketua Himpunan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Siti Nurhaliza, mengungkapkan antusiasme organisasinya untuk aktif berpartisipasi. “Program ini sangat relevan dengan kebutuhan kami sebagai pemimpin organisasi. Kami sudah merencanakan untuk mengirimkan minimal 30 peserta dari himpunan kami. Kami percaya bahwa investasi dalam pengembangan kepemimpinan akan memberikan dampak jangka panjang tidak hanya bagi organisasi kami, tetapi juga bagi seluruh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari,” tutur Siti Nurhaliza dengan penuh percaya diri.
Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Debat Bahasa Inggris, Muhammad Hafiz Pratama, juga menyukai konsep program yang mengintegrasikan teori dan praktik. “Yang menarik dari PPKM 2026 adalah pendekatan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk langsung menerapkan apa yang mereka pelajari melalui proyek-proyek nyata. Ini sangat berbeda dengan program sejenis yang hanya bersifat seminar atau workshop tanpa follow-up yang konkret,” jelasnya.
Menurut data yang diperoleh, hingga tanggal peluncuran, telah diterima komitmen dari 12 organisasi mahasiswa tingkat universitas dan 8 himpunan mahasiswa untuk secara aktif mengikuti program ini dengan total perkiraan peserta awal mencapai 380 orang. Angka ini diprediksi akan terus bertambah mengingat periode pendaftaran masih berlangsung hingga akhir April 2026.
Narasumber Akademis dan Profesional
Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai akademisi dan praktisi dari luar kampus. Koordinator Program Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa, Rizki Septiyanto, S.I.Kom., M.A., menjelaskan bahwa telah dikonfirmasi kehadiran sejumlah pembicara tamu dan mentor yang kredibel. “Kami telah menjalin kesepakatan dengan praktisi di bidang manajemen organisasi, entrepreneur muda sukses, serta para tokoh masyarakat untuk menjadi narasumber dalam program ini. Mereka akan berbagi pengalaman dan insight praktis yang sangat berharga bagi pengembangan kepemimpinan peserta,” kata Rizki.
Salah satu pembicara yang telah dikonfirmasi adalah Dr. Bambang Sutrisno, seorang dosen di Universitas Hasanuddin Makassar yang memiliki expertise di bidang organizational behavior dan kepemimpinan transformasional. Dr. Bambang akan membawakan materi tentang “Kepemimpinan Transformasional dalam Konteks Perubahan Sosial”. Selain itu, juga akan hadir Ibu Dina Kartika, seorang entrepreneur sukses di bidang social enterprise yang akan berbagi tentang integrasi kepemimpinan dengan tanggung jawab sosial.
Metodologi dan Pendekatan Pembelajaran
Metodologi pembelajaran dalam PPKM 2026 mengedepankan pendekatan yang multi-metode dan kolaboratif. Peserta akan belajar melalui kombinasi ceramah interaktif, diskusi kelompok, case study analysis, role-playing, simulasi kepemimpinan, dan project-based learning. Setiap sesi dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta bukan hanya untuk mendengarkan, tetapi juga untuk aktif berpartisipasi dan saling belajar dengan peserta lain.
Salah satu fitur unik dari program ini adalah Community Service Project, di mana setiap kelompok peserta akan diminta untuk mengidentifikasi masalah sosial dalam komunitas kampus atau masyarakat sekitar, dan kemudian merancang serta mengimplementasikan solusi. Proyek ini akan menjadi portfolio nyata yang menunjukkan aplikasi praktis dari kepemimpinan dan manajemen yang telah dipelajari.
Dampak dan Target Jangka Panjang
BEM dan institusi universitas memproyeksikan dampak jangka panjang yang signifikan dari program ini. Pertama, program diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan di tingkat organisasi mahasiswa, yang secara turun-temurun akan meningkatkan kualitas organisasi itu sendiri. Kedua, melalui exposure kepada berbagai mentor dan narasumber profesional, peserta diharapkan dapat membangun network yang luas dan berharga untuk karir masa depan mereka.
Ketiga, dengan melaksanakan community service project, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat, sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah sebagai universitas yang berpihak kepada pemberdayaan masyarakat. Keempat, program ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta-talenta muda yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan, baik di level organisasi maupun di masyarakat luas.
Dr. Muh. Irfan dalam kesempatan peluncuran juga menekankan harapan institusi. “Kami berharap bahwa setelah mengikuti program ini, peserta akan menjadi lebih matang dalam berpikir, lebih bertanggung jawab dalam berorganisasi, dan lebih responsif terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Ini sejalan dengan visi Muhammadiyah tentang pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai akhlak, kecerdasan intelektual, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Penutup
Peluncuran Program Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa 2026 oleh BEM Universitas Muhammadiyah Kendari menandai komitmen serius institusi dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan targetnya mencapai 500 peserta, melibatkan berbagai stakeholder, dan dirancang dengan kurikulum yang komprehensif, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan pemimpin masa depan.
Ketika mahasiswa berkembang sebagai pemimpin yang visioner, berintegritas, dan bertanggung jawab sosial, maka diharapkan mereka akan membawa dampak positif tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di masyarakat luas. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dedikasi dari tim BEM, dan antusiasme dari berbagai organisasi mahasiswa, Program Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa 2026 diproyeksikan akan menjadi salah satu program unggulan di Kampus Baruga pada tahun ini.
Registrasi dan informasi lebih lanjut tentang PPKM 2026 dapat dihubungi melalui laman resmi BEM Universitas Muhammadiyah Kendari atau menghubungi panitia di sekretariat BEM Kampus Baruga. Program ini akan dimulai secara resmi pada minggu pertama bulan Mei 2026 dengan pembukaan dan orientation session yang akan melibatkan seluruh peserta.
—
[Panjang artikel: 1.987 kata]